Do Better and Be The Best

Memandang alam, alangkah indahnya. Menjadi sarana untuk menyukuri keadaan. Senyapkan pikiran, damaikan ia. Pejamkan mata, bersihkan ia. Ruangkan jiwa, sunyikan ia. Rasakan cinta karena-Nya

Pagi, masih pagi. Pagi adalah waktu yang tepat untuk berbenah diri lagi. Pagi adalah masa terbaik untuk introspeksi ke dalam diri. Sebelum melangkah, melanjutkan perjalanan hidup ini. Pagi, adalah waktu terbaik untuk merenungi, mau ke mana hari ini?

Berbekal pengalaman hari kemarin. Bersama pengetahuan yang sudah-sudah. Dari beragam salah sebelum ini. Bersama aneka simbah peluh dan curah airmata hari lalu. Ke mana, bagaimana, apa dan siapa yang akan kita temui selanjutnya?

Yap! Hari sudah berganti, teman. Kemarin kita boleh ada salah. Karena belum cukup pengalaman dalam berteman. Kini, adalah kesempatan terbaik untuk membina pertemanan terbaik, dengan orang-orang baik, lalu, melangkah menjadi lebih baik, bersamanya yang senantiasa baik. Kemarin, kita boleh ada keliru. Sebab kecerobohan dan kealfaan diri yang suka mencoba hal-baru. Sebab penasaran, ingin tahu, lalu terjadilah yang tidak kita inginkan. Kemarin, kita boleh saja gagal. Kegagalan yang membuat hati ini membiru, mata membengkak karena tidak terima kenyataan, lantas mengalirkan bulir permata kehidupan seharian. Boleh, boleh saja.

Hai, tapi kita yang hari ini, adalah diri yang baru, kawan. Ayo! Angkat tanganmu, lebarkan dan lambaikan seiring merekahnya senyuman di pipi. Kini, tersenyumlah, atas salahmu yang engkau akui. Kini, tersenyumlah, atas kelirumu yang telah engkau maklumi. Kini, berbahagialah, atas kesedihanmu yang telah engkau maafkan. Kini, engkau adalah wajah baru yang penuh keceriaan.

Haaaaaai, lagi, kawan. Haaaai, aku menyapamu. Engkau adalah diriku yang sempat terciut semangat karena ada yang menyalahkanmu. Hmm. Tenang, tenang. Kini, engkau bisa tersenyum senang, karena mereka bermaksud baik padamu. Kalau tidak baik, bagaimana bisa mereka mau menegurmu? Kalau bukan karena niat baik, bagaimana bisa mereka mempedulikanmu? Ayolah, engkau bisa berbuat sama seperti mereka.

Sekarang, saatnya telah tiba. Ini adalah giliranmu untuk melakukan hal sama. Jadikan, apa yang engkau terima sebagai alasanmu untuk memberi. Sebab, engkau percaya, kebaikan itu beranting, mengalir, terus berlangsung di muka bumi ini. Apakah engkau tidak mau menjadi bagian dari kebaikan seseorang yang akan ia sampaikan pada yang lainnya? Tidakkah engkau mengidamkan, suatu hari kelak, ada yang tersenyum penuh kemenangan, lalu teringat padamu, dan ia bilang, “Alhamdulillah, aku bersyukur mengenalnya, lalu mengikuti segala saran baiknya. Aku senang, ia menjadi bagian dari hari laluku. Aku suka padanya, pada alur pikirnya, pada kebaikannya, pada kesudian dan kerelaannya memberi, walau sepatah kata motivasi dari hati. Aku sangat mengidolakannya, walau sekalipun kami belum bertemu. Hingga saat ini, keberadaannya bagiku sangat berarti. Maka, ku doakan, semoga ia dalam kebaikan abadi, selamanya. Di mana pun ia berada saat ini, semoga keberkahan dan kesenangan senantiasa menjadi bagian dari hatinya. Seperti bahagianya aku saat ini, saat mengenangnya.”

Hai, tidakkah engkau mendamba, teman? Kehadiranmu bagi seseorang, sangat berarti. Meski engkau tidak pernah menginginkan. Walaupun engkau tidak pernah menyangka. Sekalipun, engkau dan dia bukan siapa-siapa. Akan tetapi, baginya, engkau adalah inspirasi.

Woooiiiiii, (ini sapaan akrab sesama sahabat yaa, mohon maklumi). πŸ˜€ ayo bangun, bangkit, berdiri, melangkahlah, meski jemari. Kini adalah waktu dan kesempatan terbaik bagimu untuk melakukan yang lebih baik dari kemarin. Engkau bisa, mampu, melakukan, yang terbaik dari dirimu. Diri yang lebih baik dari dirinya yang lalu.

Kini, engkau bisa saja dalam kondisi kedinginan, karena mengharapkan rengkuhan dari seseorang yang engkau kasihi dan sayangi. Akan tetapi, engkau tidak mampu melakukannya, segera. Maka………………..,………………………….. MULAIlah. Atur nafasmu sedemikian rupa. Kemudian rengkuhlah dirimu sendiri. Genggam erat jemarimu, bertekadlah bahwa, bukan engkau yang mengharapkan rengkuhan lagi. Akan tetapi, engkau adalah orang pertama yang merengkuh.

Rengkuhlah orang-orang yang ada di bawahmu, jangan menginjaknya.

Rengkuhlah orang-orang yang sejajar denganmu, agar engkau lebih kuat bersamanya.

Berjanji dan bertekadlah dengan hati kecilmu, lalu buktikan segera, saat ini.

Cintailah dalam-dalam, sesuatu yang engkau lakukan. Cintailah, karena-Nya. Maka, tidak akan ada keberatan, kecuali keringanan. Tidak akan ada kesebalan, kecuali kerelaan. Tidak akan ada umpat caci, kecuali keikhlasan. Tidak akan ada yang tidak menyukai, kecuali mengingatkan dalam kekeliruan. Tidak akan ada yang tidak berfaedah, kecuali ada hikmah di dalam setiap keadaan yang engkau alami.

YAKIN dan PERCAYALAH, engkau tidak pernah sendiri. Senantiasa ada yang menemani, selalu ada yang memperhati. Selalu ada yang membersamai, senantiasa ada yang mengetahui. Terbitkan di dalam ingat, engkau bisa lebih baik lagi.

πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Diterbitkan oleh My Surya

MENULIS : MENU(tup) LIS(an)

3 tanggapan untuk “Do Better and Be The Best

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: