Waktu Pagi

Bunga Senyuman Buatmu
Kuntum Bunga Pun Tersenyum

Pagi adalah waktu. Waktu yang tepat dan pas untuk menebar rindu. Waktu yang pas untuk mengungkapkan pilu. Waktu yang asyik untuk mengusir sendu. Waktu terbaik untuk melakukan sesuatu. Waktu yang tidak perlu kita hiasi dengan menunggu, namun bangkit dan segeralah berjibaku. Waktu yang sangat cocok untuk kembali merangkai senyuman dari dalam kalbu. Yuhu.

Yah.

Bersama pagi ada keajaiban yang indah. Di dalamnya ada barakah. Di sudutnya terdapat anugerah. Disekelilingnya bertebaran hikmah. Maka, ayo melangkah.

Maka aku menyukai pagi, karena kehadirannya membuatku mau tersenyum sumringah.

Di antara salah satu tanda pagi telah tiba adalah hadirnya sinar mentari. Ini terjadi kalau cuaca alam cerah ceria dan tidak bermendung ya? Berbeda halnya kalau musim lagi melagukan suara airmata langit berupa turunnya hujan. Maka suasana alam akan kelam, berkabut dan dingin adanya.

Nah, pada suatu pagi, ku melihat mentari tersenyum berseri. Lantas ku teringat pada beberapa memori. Salah satunya adalah memori tentang sang belahan hati. Ada di mana kiranya kini?

Dulu, dulu sekali. Ketika ku masih dalam masa menanti. Ketika dambaan hati hanya dapat ku idami. Ketika keberadaannya tidak terdeteksi. Padahal padanya ku sangat merindui. Lalu apa yang terjadi?

Mentari pagi berbinar-binar.

Mentari yang tersenyum di atas sana, ku jadikan sebagai penghibur hati. Sinarnya yang hangat ku biarkan membaluri diri. Sampai akhirnya ku merasakan kehangatan yang cukup. Selanjutnya ku berdiri, melangkahkan kaki, mengayunkan tangan, menggamit jemari sendiri, mengepalkannya agar mereka saling bersinergi, dan mencamkan niat di dalam hati, “SEMUA ADA WAKTUNYA. TERMASUK PENANTIAN INI, AKAN INDAH DI MASA NANTI. KETIKA KAMI BERTEMU, KU BERJANJI PADANYA UNTUK TERSENYUM LAGI DAN LAGI. KARENA IA ADALAH MENTARI DI DALAM HATI. SOSOK YANG KU DAMBA, SEBELUM IA DI SINI. INGAT WAHAI DIRIKU, UNTUK TABAH DAN BERTEGUH. AKU DI SINI ADA BERSAMAMU, JUST NOT FOR WAITING HIM. AYO. MARI. BERKREASI.”

Aku pun mulai menyapa diri. Ku menanya apa maunya, bagaimana dan seperti apa. Seraya melakukan hal-hal inti, aku tidak lupa berbenah diri. Ku memperbaiki salah diri yang terdeteksi, dan mempelajari hal-hal yang belum ku ketahui.

Adapun proses membenah diri ku lakukan sepanjang hari. Ku berkaca pada teman-teman yang ku pergauli tentang siapa diri ini. Ku bercermin pada pribadi-pribadi yang terhubung denganku, untuk mengetahui who am I, actually?

Sebab teman adalah cerminan diri.

Awalnya, aku suka tergugu sendiri. Bersama diriku introspeksi. Maka tertemukanlah banyak kejelekkan dan kekurangannya. Apakah akan ku biarkan begitu saja? Hmmm. This is my self. Yes, me. Aku bertanggungjawab atasnya. Bagaimana ia, begitulah diriku. Kami tidak akan dapat dipisahkan, sebelum ajal menjemputku. Jadi? bagaimana sikapku saat bersamanya?

Peeeeeerlahaan, seiring waktu, kami membangun persahabatan. Bersahabat dengan kalbu, yang bersemayam di dalam diri dan tidak kelihatan. Persahabatan yang maknanya hanya kami dan Tuhan Yang Tahu. Persahabatan hati. 😁😁😁 Hihiiii, kereen khann?. Iya. Iya. Sangat keren menurutku. Entah bagaimana denganmu. Ku melakukan semua ini, karena rinduku.

Rinduku?

Iya.

Aku rindu. Rindu senyuman hadir di dalam kalbu. Kalbu yang tersenyum bersamaku. Kalbu yang menghadirkan senyuman lebih dahulu sebelum aku benar-benar tersenyum di wajah ini. Kalbu yang mengajakku menarik dua ujung bibir bersamaan simetris, dua senti saja ke arah berlawanan. Hingga, aku benar-benar tersenyum dari dalam kalbu.

Rindu yang ku jaga selalu, supaya menjadi bagian dari diriku

Sampai akhirnya kita ‘aku dan engkau bertemu’ saling tersenyum. Aku menyukai senyumanmu, begitu sebaliknya. Thank you.

I love your smile, πŸ˜šπŸ˜šπŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜πŸ˜™

Diterbitkan oleh My Surya

MENULIS : MENU(tup) LIS(an)

3 tanggapan untuk “Waktu Pagi

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: