Ingat?

Hap! Ku teringat merangkai kalimat

Halo sobat. Senangnya yaw, bisa rehat sekejap. Rehat dari kepenatan pikiran yang membuat kening berlipat-lipat. Rehat dari himpitan rasa yang membuat senyuman tak kunjung terlihat. Rehat dari ayunan angan yang membuat raga tak kunjung bergiat. Rehat dari buaian mimpi yang membuat mata ingin terus merekat.

Ya. Kita rehat sekejap yuk sobat. Dan kemudian mari kita merangkai kalimat.

Cepaatt! Aku teringat. Aku ingat padamu. Engkau sahabatku. Siapakah engkau bagiku?

Bagiku engkau adalah sahabat. Sahabat yang membuatku terlecut semangat. Engkau yang membuat nyaliku menguat. Engkau yang menjadi alasanku tetap semangat. Apa sebab?

Hai, sahabat. Engkau yang sedang ku ingat. Engkau yang tidak dapat ku tatap dari dekat. Engkau yang jauh di sana, tapi percayalah bagiku engkau tetap sahabat. Kita selalu akrab, hingga nanti, kelak di negeri akhirat. Aku mau, kita tetap sahabat.

Yah. Ini mauku sahabat. Mau yang semoga terus engkau ingat. Mau yang semoga juga maumu, sebagai sahabat. Walau kita tidak dekat, apalagi untuk bersitatap. Meski tidak dapat. Semoga tidak menjadi halangan bagi kita untuk tetap bersahabat. Sebab, bukankah jarak tak berarti saat hati kita melekat? Jiahahahahaaaaaaaa, hap, aku terlalu mangap? Maap, maap, tolong maapkeun, wahai sahabat.

Nah, aku tidak akan mangap lama-lama, sejak bibir ini kembali merapat. Selanjutnya adalah tersenyum manis seraya merangkai kalimat. Hhhmm, temanya tentang apa yaa, sobat?

🤔

… beberapa saat kemudian…

🤗😄🤗

Hollaa, sahabat. Jumppa lagiii, bagaimana kalau kita membahas tentang ingat? Ingatan? Peringatan? Mengingatkan? Inga-ingat? Seingat? Teringat?

Yap! Marii.

“Ingat; berada dalam pikiran. Ingat; tidak lupa.” (KBBI). Lebih lengkapnya, berikut :

Pranala (link): https://kbbi.web.id/ingat.html

ingatv1 berada dalam pikiran; tidak lupa: saya masih – nama anak itu;2 timbul kembali dalam pikiran: keesokan harinya saya baru — nama orang itu;3 sadar; siuman: pencuri itu dipukuli orang banyak hingga tidak — akan dirinya;4 menaruh perhatian; memikirkan akan: ia sudah tidak — lagi akan kewajibannya;5 hati-hati; berwaswas: — , di kereta api banyak tukang copet;6 mempertimbangkan (memikirkan nasib dan sebagainya): kalau tidak — anak, sudah kubunuh orang itu;7cak berniat; hendak: kalau ia — membaca koran, dibacalah koran;

ingat-ingatv1 hati-hati; awas-awas; tidak lengah: ~ di daerah itu banyak ular;2 (peringatan, harapan, dan sebagainya) resap-kan di hati baik-baik; camkan; perhatikan: ~ akan pesanku tadi;

ber·i·ngatv selalu ingat; selalu waspada: yang berbudi dan beriman, beradab dan ~;

ber·i·ngat-i·ngatv berhati-hati; dengan hati-hati (teliti, cermat);

meng·i·ngatv1 ingat (akan): jangan hanya ~ uangnya saja;2 memperhatikan; memikirkan; menilik (dengan pikiran): selalu ~ kepentingan nusa bangsa;

meng·i·ngativ mengingat akan; tidak melupakan: penduduk kampung itu selalu ~ jasa-jasanya;

meng·i·ngat·kanv1 mengingat akan: aku bekerja karena ke-wajibanku dan karena ~ engkau juga;2 memberi ingat; mem-beri nasihat (teguran dan sebagainya) supaya ingat akan kewajibannya dan sebagainya: meskipun ayahnya telah berkali-kali ~ , ia tetap tidak mau belajar;3 menjadikan ingat (terkenang) kepada: bunyi gemuruh itu ~ kita kepada serangan pesawat udara dahulu;

ter·i·ngatv tiba-tiba ingat; terkenang; terbit dalam pikiran: aku ~ kepada si Badu;

ter·i·ngat-i·ngatv terkenang-kenang; selalu ingat: mereka ~ akan perjumpaan mereka yang pertama;

ingat·ann1 apa yang diingat (teringat); apa yang terbayang dalam pikiran: sepanjang ~ ku, ia pernah juga mengajar di sekolah guru;2 alat (daya batin) untuk mengingat atau menyimpan sesuatu yang pernah diketahui (dipahami, dipelajari, dan sebagainya): sekarang ~ ku tidak sekuat dulu;3 pikiran (dalam arti angan-angan); kesadaran: ~ nya melayang lagi ke rumah yang baru dikunjunginya;4 apa yang terbit dalam hati (seperti niat atau cita-cita): ~ ku hanya satu agar berjumpa dengan dia sebelum aku mati;~ nya bercabang banyak yang diingati, tidak hanya satu yang dipikirkan;

ingat-ingat·anv lupa-lupa ingat; agak ingat;

per·i·ngat·ann1 nasihat (teguran dan sebagainya) untuk memper-ingatkan: ia telah mendapat ~ dari kawan-kawannya, gurunya, dan sebagainya;2 kenang-kenangan; sesuatu yang dipakai untuk memperingati: tugu ~;3 catatan: lihat buku ~ mu;4 ingat-an; 5 hal memperingati (mengenang dan sebagainya): ~ Hari Kartini;

mem·per·i·ngativ1 mengadakan suatu kegiatan (seperti pe-rayaan, selamatan) untuk mengenangkan atau memuliakan suatu peristiwa: didirikan sebuah tugu untuk ~ jasa-jasa para pahlawan;2 mencatat (dalam buku catatan): dia selalu ~ kata-kata yang sukar dalam buku yang khusus itu;3 memberi peringatan (teguran, nasihat) supaya ingat akan kewajiban dan sebagainya: Ibu ~ pesan Ayah kepada anak-anaknya untuk berdoa sebelum tidur;

mem·per·i·ngat·kanv mengingatkan: kepala sekolah ~ murid-muridnya untuk tidak merokok di sekolah;

se·i·ngatadv menurut ingatan; sepanjang ingatan: ~ ku belum pernah aku ditolongnya

***

Nah? Ingatkah aku, di mana lokasi yang telah ku saksikan pada potret di atas?

***

Tya namanya. Ia adalah seorang sahabat. Sahabat yang mulai akrab denganku beberapa bulan setelah kami berkenalan dan bercakap-cakap. Sahabat yang awalnya ku pikir jahat. Yah? Aku pernah berpikir jahat padanya. Kejahatan yang sesungguhnya berada dalam pikirku saja. Ini tentangku.

Tya namanya. Lengkapnya adalah Fitria. Aih, betapa aku yang sesungguhnya jahat. Sebab ku berpikir jahat tentangnya. Padahal sesungguhnya Tya adalah wanita suci, sebagaimana nama yang menemaninya menempuh hari. Ia adalah anak baik. Sungguh baik, bahkan saat ku tidak berpikir baik tentangnya, ia membaikiku sungguh, sungguh. Dalam kenang tentangnya, ku teringat beraneka kebaikan yang ia bagi padaku. Huhuhuu, ku terharu.

Tya namanya. Ia adalah gadis yang cantik nan jelita. Kulitnya hitam manis dengan bentuk wajah kearab-araban, gitu. Ku pikir, ia keturunan Arab, awalnya. Atau? Keturunan India, bisa jadi. Ini yang terpikir olehku saat awal bertemu sebelum kami berkenalan. Iya. Ku teringat tentang ini, kini. Nah, apa hubungannya dengan ingat?

Tya namanya. Ia adalah satu-satunya teman yang mengakuiku sebagai kakak saat kami di perantauan sekota, dulu. Iya. Kakak yang mengayominya dengan kasih sayang. Kakak yang membaiki saat ia memerlukan. Kakak yang ada saat ia tiada. Artinya adalah, kami mulai terikat dalam nuansa kerabat. Meski tidak langsung, walau tersirat dan Tya menyampaikan padaku, bukan melalui surat. Apalagi dalam catatan singkat. Tidak. Akan tetapi aku ingat, tetap ingat, selalu teringat. Makanya kami bersahabat.

Tya namanya. Ia adalah pribadi yang sangat bermanfaat. Khususnya bagiku. Sebab? Hampir keseluruhan curhatanku, ada kaitan dengannya sebagai sahabat. Karena kami sering bertukar kalimat. Apakah melalui suara atau rerangkai pesan singkat. Hebat! Tya bisa menginspirasiku dalam sekejap.

Tya namanya. Yah. Pernah, saat ku berpikir jahat tentangnya, aku pun menuliskan dalam buku harian. Temanya adalah, tentang keseharianku yang mulai tidak aman, sebab ada orang jahat. Orang yang tidak mempunyai …. bla-bla-bla….. aku pun curhat. Lembaran diari mendengarkan seluruhnya, hingga ku tertawa saat membacanya lagi. Hihiii.

Tya namanya. Ia tidak pernah tahu saat ku berpikir jahat tentangnya. Karena ia selalu berpikir baik tentangku. Makanya sampai saat ini kami sahabat. Sahabat yang tidak terputus oleh jarak, tidak berhenti oleh waktu. Sebab ia sering mengingatkanku, dalam lupaku. Ia menjadi cermin, dalam dukaku. Ia menjadi sandaran, dalam tangisku. Ia ada saat ku tiada. Ia adalah sosok idola.

Tya namanya. Walau ia sering baik, ada saja yang menyirikinya. Ada saja yang mengacuhkannya dan bahkan bicara di belakangnya. Hah- tidak jarang ia mencurhatiku tentang ini. Bahkan aku? Juga membahas tentangnya saat ini. Hihiii. Sungguh, Tya, engkau sangat berharga. Bagiku, engkau inspirasi. Kalau Tya tidak kirim foto sebuah lokasi yang salah ku tebak tadi pagi? This note will not come, here. Heheheee. 😁😁😁

Nah intinya, Tya adalah seorang yang sudah berada di depan, bagi sesiapapun yang membicarakannya di belakang. Ini pesannya buat diri sendiri. Yup! BETUL TYA. You are right. Tetap melangkah maju, bergerak, menatap ke depan, dan menjadilah dirimu yang penuh arti. Btw, thanks for being my best friend. 🤗

😊MENULIS untuk MENGINGAT😊

😁😁😁

Diterbitkan oleh My Surya

MENULIS : MENU(tup) LIS(an)

2 tanggapan untuk “Ingat?

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: