Thank You ๐Ÿ’

Selamat Yaa
Selamat Yaa

Pada wajah yang baru-baru ini terlihat oleh mataku. Aku ingin mengucapkan terima kasih selalu. Sebab melaluimu aku kembali merasakan indahnya rindu.

Rindu yang pelan-pelan ku tata semampuku. Hingga kini, rindu yang sama terulang lagi. Rindu yang tidak jarang ku rasakan, sebelum kita bertemu. Ya, rindu yang merajalela di dalam kalbu, hingga membuatku sering menggugu.

Rindu yang mengajarkanku bagaimana cara menata kalbu. Rindu yang sempat juga membuatku tidak berdaya, kering, dan layu. Huhuu, aku kuyu.

Hup!

Tapi, aku tidak menyalahkan rindu. Apalagi engkau yang membuatku kembali terharu. Semua adalah tentang cara pandangku. Semua adalah bagaimana tentang sikapku. Semua ada sebagai jalan bagiku, untuk mengenali diriku. Semua bagiku sangat berarti, ya, bermutu. Lantas, bagaimana ku menyikapi rindu?

Ku menatap bola-bola embun yang lengket di lembaran daun, sejak pagi tadi. Embun yang terlihat bening sebab tersinari oleh mentari. Embun pagi yang senang saja menyejukkanku, hati, jiwa dan pikiran, setiap kali mata ini tertuju padanya. Embun yang tidak selalu ku lebur agar ia hilang dari tatapanku. Namun, sesekali ku perhatikan lama-lama, hingga ia memuai ditelan waktu. Walau lama bagiku untuk menunggu. Tidak masalah bagiku. Karena sepanjang waktuku menunggu itulah aku berjumpa titik temu. Setiap penantian akan berakhir temu. Aku yakin.

Iya. Begitu pula dengan rinduku. Rindu yang selama ini ku rawat dengan baik. Rindu yang ku jaga tetap ada. Rindu yang selalu baru, dari waktu ke waktu. Apalagi rinduku padamu. Rindu satu-satunya dan tidak ada yang tahu, kecuali Dia Yang Maha Tahu.

Wahai Rabbku, tolong titip rindu ini buatnya yang jauh dariku. Dengan demikian aku tidak sendiri memikul beban rindu di kalbu. Namun berbagi juga dengan hamba terpilih-Mu. Kami yang bertemu karena-Mu. Kami yang bersatu dengan izin-Mu. Kami yang selalu rindu kepada-Mu. Aamiin. Terima kasih wahai Rabbku..[]

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Iklan

Satu tanggapan untuk “Thank You ๐Ÿ’

  1. Bahasan tentang rindu, sama halnya dgn cinta, nggak ada habisnya utk dibahas. Seperti halnya cinta, rindu sllu mampu mnjd inspirasi. Seperti halnya cinta, rindu sllu mnjd nafas sebuah puisi.
    (What am I saying? Wkwk ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…)

    Suka

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s