Surat Untuk Sahabat

Buatmu wahai sahabat, ku teringat untuk berkirim surat. Sebagai tanda ingat buat sahabat. Untuk menyaring suara agar tersurat. Semoga engkau tidak membiarkannya terlipat, namun segera membaca. Tidak usah cepat-cepat, pelan saja, dan lambat-lambat. Sebab saat menulisnya pun aku tidak tergesa, namun melangkahkan jemari pelan-pelan sambil menghayati, hingga ku merasakan, melalui surat ini kita sedang berbagi ingat.

Jauh dari keramaian kota engkau berada kawan. Mengembangkan senyuman dan memberi inspirasi dalam kehidupan. Rerumputan dan hehijau dedaunan menjadi teman, saat engkau berkarya dan teruskan gerak melanjutkan perjuangan. Mereka menjadi saksi dan bersuara melalui bukti yang mereka perlihatkan, berupa tetumbuhan yang penuh kesuburan dan engkau yang tersenyum penuh kesabaran. Kalian terus bersinergi hingga semua menghasilkan. Untuk selanjutnya engkau nikmati dan mengajak warga sekitar untuk syukuran.

Alhamdulillah, semua adalah titipan. Dan engkau percaya bahwa rezeki yang ada perlu engkau bagikan. Apakah sedikit atau berkelimpahan. Engkau yakin, semua adalah kebaikan dari-Nya yang mengatur tentang kehidupan dan kematian. Dan apapun yang tertitip padamu bukan milikmu sendiri, namun untuk engkau bagikan .

Wahai teman yang tinggal jauh di pedalaman. Walau untuk berkomunikasi engkau mengalami hambatan. Namun jangan menyerah, kawan. Karena engkau tidak sendirian.

Percayalah. Yakinlah.

Perpanjangan tangan Tuhan senantiasa mengelilingimu, kawan. Engkau perlu jeli menemukan. Engkau mesti tanggap dan sigap memanfaatkan kesempatan. Sebab ia datang pada waktu yang tepat dan jangan sampai terlewatkan. Ketika ia mendekat, ayo rengkuh dalam dekapan. Genggam erat dan jangan lepaskan. Jadikan kesempatan yang datang sebagai jalan. Untuk meneruskan langkahmu dan memperjuangkan impian. Semoga senantiasa banyak kemudahan. Insya Allah selalu ada jalan dalam mencapai tujuan, jika engkau mempunyai kemauan.

Berjalanlah.

Yap. Melangkahlah teman, walau awalnya engkau sendirian. Karena sebenarnya engkau tidak pernah sendirian. Di sana, di mana-mana juga ada yang sedang berjalan. Mereka pun berhasrat menemukan teman dalam perjalanan.

Semoga kalian bertemuan. Lalu berkenalan. Selanjutnya saling menguatkan dalam kelemahan. Saling menyemangati dalam perjalanan. Saling membagi perbekalan. Supaya perjalanan kalian mengesankan. Dengan demikian, tidak akan terasa lagi kelelahan, apalagi letih dalam perjalanan. Kalau pun terasa, tentu tidak berkepanjangan. Sebab, kalian bertemu untuk saling berbagi. Dengan berbagi, kalian merasakan keringanan. Ingat pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Ya, teruslah berbuat, meski tidak terlihat. Tetaplah bergiat meskipun tidak ada yang mendekat. Lanjutkan taat sekalipun menuju akhir hayat. Dan perkuat tekad, setiap kali perjalananmu terhambat. Sebab, semua kembali kepada niat.

Ingatlah wahai sahabat. Niat yang muncul dari dalam dirimu, perlu engkau perkuat. Supaya engkau tergolong ke dalam orang-orang hebat. Orang-orang yang memelihara niat menjadi tekad dan membuktikannya setiap saat, hingga akhir hayat. Akhirnya, walau sudah di negeri akhirat, kenangan tentangnya tetap terlihat. Meski hayatnya sudah tiada, namun segala tentangnya masih tersurat. Menjadilah seperti demikian, wahai sahabat.

Buatmu sahabat, segini dulu surat dariku. Semoga engkau mau menerima dengan lapang dada dan mengirimiku balasannya, meski tidak tersurat. Melalui suara juga boleh. Bila engkau ingat padaku, sapa langsung saja yaayaaa… Terima kasih sahabat.[]

๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Iklan

2 tanggapan untuk “Surat Untuk Sahabat

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s