Aku Senang Mengenalmu

Untukmu sahabat jemari, engkau berarti.

Photo by Bich Tran on Pexels.com

Engkau, buatmu di sana. Siapapun adanya. Di mana pun engkau berada. Berbuatlah, tetap bergerak. Berupayalah dan berbagi. Lakukanlah apa saja yang mampu engkau daya, sebisamu, sekuat tenaga. Sesanggup yang dapat engkau laksana, dan lakukanlah dengan sederhana. Karena engkau tidak pernah tahu, pada bagian mana dari hasil cipta dan karyamu, yang akan membuat seseorang tetiba bilang, “Oiyaa, iya, benar juga yaa. Aku suka.”

Lantas ia tersenyum dan terbahagia jiwa.

Kebahagiaan itu menebar pada wajahnya dan membawa ke mana saja ia pergi. Selanjutnya, ada yang memperhatinya pula. Perhatian pun ia peroleh karena keceriaan rupanya yang ia punya. Akhirnya, ada ‘orang’ berikutnya yang terinspirasi olehnya. Dan, orang selanjutnya pun melakukan hal sama, serupa, atau miriplah yaa, walau tidak benar-benar sama. Berikutnya, berlanjut pada apapun yang ia laksana, menjadi berarti.

Di sana, ia melakukan aktivitas sepenuh jiwa. Karena ia terinspirasi orang pertama. Tidak sampai di sana, ia yang mulanya merupakan orang kedua, akan menjadi orang pertama oleh orang yang menjadikannya sebagai inspirasi pula. Begitulah mata rantai kebahagiaan tercipta. Terus berlanjut, hingga ke mana-mana. Maka, apapun yang engkau perbuat teman, lakukanlah dengan sebaik-baiknya, sesenang-senangnya, tanpa paksa dan beban dari sesiapa. Supaya yang memperoleh makna darimu pun tidak harus menanggung derita. Akan tetapi, ia terbahagia tanpa engkau sangka.

Yup. Dalam melakukan apapun, tidak perlu harus ada yang memperhati, maka engkau sepenuh hati. Saat dalam kesendirian semua ini teruji. Apakah engkau tetap bertekad untuk melakukan dari dalam hati, atau tidak. Ya. Saat sendiri. Ketika tidak ada yang memberimu tepuk tangan, puji atau pun sebongkah motivasi. Pada saat itulah, keteguhanmu teruji. Pada saat sama, nyalimu untuk menantang diri sendiri terukur. Pada saat sama, engkau bisa melakukan hal-hal yang membuatmu lebih baik dari dirimu sendiri. Karena ia adalah sainganmu sejati. Jadi, mau milih yang mana?

Apakah engkau melakukan sesuatu karena panggilan dari dalam diri? Apakah mesti ada yang menemani dulu? Atau, engkau semakin semangat melakukan sesuatu setelah ada yang menyadari kehadiranmu dan membuatmu berapi-api?

Hai, ingatlah teman, untuk senantiasa mawas diri. Engkau yang tahu pertama kali, niat di dalam hati. Dan tanpa engkau beritahu, ada yang diam-diam memperhati. Tentang tulusnya hati, tentang pedulinya diri. Semoga kelak, engkau mempercayai, bahwa sesuatu yang engkau munculkan dari dalam hati, sampai ke hati. Setelah itu, bersiaplah untuk memacu dirimu lebih giat lagi. Karena melakukan sesuatu karena panggilan hati, membuatmu seakan tanpa beban sama sekali, namun bereuni dengan mimpi-mimpi.

Selamat menempuh hari ini, padamu ku ucapkan, “Welcome in this room. I love you, so much. Sampai bertemu lagi.” []

๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Iklan

4 tanggapan untuk “Aku Senang Mengenalmu

    1. Haii Mba Luna, ๐Ÿ˜€ terima kasih kunjungannya. Senang bisa bersapa siang hari yang terik ini. Semoga betah di ruang ini. Meski begini adanya.
      Salam kenal yaa.. ๐Ÿ™‚

      Disukai oleh 1 orang

      1. Alhamdulilah, Mba aku senang Mba mampir di sini, jadi aku mempunyai teman yang baca tulisanku, hehe. Terima kasih banyak Mba, aku bisa tersenyum jadinya. ^^ ๐Ÿ™‚

        Disukai oleh 1 orang

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s