Tanah Suci, Aku Rindu

Melihat senyumanmu teman, mengingatkanku pada satu rindu. Rindu yang tidak baru, namun sudah berulang kali menghiasi waktuku. Rindu yang membuatku segera menggugu, bersama tetesan airmata haru. Rindu yang meruntuhkan segenap ketegaranku dalam menempuh waktu. Rindu ingin bertemu.

Yaa. Kali ini rinduku terbit lagi. Rindu yang ku jadikan alasan, untuk merangkakkan kaki-kaki jiwa lagi. Rindu yang mengajakku tersenyum ayu. Rindu yang membawaku pada barisan suara kalbu. Rindu yang ku susun agar menjadi salah satu bukti. Bahwa aku sungguh sangat ingin bertemu.

Melalui satu kata demi satu kata, ku merangkai senyuman. Senyuman yang ku mau, tersenyum juga padaku. Meski aku lagi rindu. Maksudku adalah agar rinduku bermutu. Dan kemudian ia menghiburku. Saat airmata tak sanggup ku bendung lagi. Supaya dalam rindu ini, senyumanku lebih menenangkan.

Alhamdulillah, ala kulli haal.
Fabiayyi aala irabbikumaa tukadzibaan.
Di atas, adalah diantara rerangkai kata yang engkau susun, teman. Kata demi kata yang menarik ujung tatapku agar fokus padanya. Tidak hanya itu, sebuah picture yang tersenyum di dekatnya, menggugah hatiku. Aku pun terharu. Haru yang ku hayati detik demi detiknya. Sunyi. Hening.

Airmata jatuh setetes demi setetes di pangkuanku. Tampaknya ia tahu bagaimana rasaku. Aku pun malu.

Dear airmata,
Kelak, di depan ka’bah, ku ingin engkau masih ada. Untuk menemaniku meluapkan rindu.

Buatmu sahabat, teman baikku. Teman yang saat ini sudah berkesempatan menjejakkan kaki di tanah suci. Engkau sungguh sangat bahagia dalam pandangan mata kecilku. Tepatnya saat engkau membagi senyuman terbaikmu dari sana. Senyuman yang mensenyumkanku, hingga berairmata. Aha! Aku pun tersenyum lagi. Tersenyum saja. Tersenyum kembali, ya, begitu. Apalagi setelah engkau menyahut sapaku dari sini, di sana. Rasanya, mimpiku menjadi nyata, melaluimu, teman.

Wahai sahabatku, Dede. Tolong titipkan salam rinduku buat rumah Allah di sana, yaa. Doakan ku dapat undangan serupa. Entah kapan? Melalui siapa? Bisa saja khan? Masih ada kemungkinan. Sepertimu yang saat ini sedang berada di sana, dengan izin-Nya juga, dalam cara yang Dia pilihkan untukmu berangkat. Alhamdulillah. Segala puji bagi-Nya.

Wahai sahabatku…
Masih terdengar jelas oleh indera pendengaranku, nada suaramu yang merdu setiap kali kita bertukar sapa, dulu. Ketika kita masih dapat bertukar tatap dalam jarak sedepa atau satu kursi saja. Masih jelas. Terdengar kini.

Masih tertatap lekat olehku, tatapan matamu yang senantiasa tersenyum, ketika kita bersua. Aku terkenang semua. Hingga haruku bertambah-tambah. Yah, kebaikanmu yang terlihat, bisa saja menjadi jalan untukmu sampai di sana. Ketekunanmu, kerajinanmu, kerja kerasmu, upaya ikhlasmu, niat tulusmu, dapat saja menjadi alasan, iya khan? Hingga mempermudahmu, berangkat, say. Barakallah.

Aku suka, saat ini engkau masih sama. Sambutan hangatmu dari sana, sama serupa dengan saat kita bertemu muka. Engkau masih dirimu, teman yang lama tak jumpa. Engkau tetap ramah, walau kita jarang bersama. Engkau, semoga tetap berjaya dalam usaha, say. Dunia akhirat, bahagia. InsyaAllah.

Engkau bahagia, saat ku menyampaikan segenap rindu yang ku punya. Begitu pula denganmu, ternyata. Ada kangen berjumpa, lagi. Dari dalam hatimu yang tersenyum, ku membaca pesan tersebut. Makanya ku merangkai senyuman juga, seperti ini.

Dear, Dede, sahabatku yang baik. Senyuman ini untukmu, teman. Senyuman yang ku rangkai di antara gemuruh rindu di dalam kalbu. Senyuman yang ku mau, mensenyumkanmu kembali. Ketika engkau pun ada kesempatan nyasar atau mampir di lembaran ini. Lalu engkau membaginya untukku, lagi. Asyik! Aku akan teringatkan. Mudah-mudahan ketika itu, kita masih sama-sama ada di dunia ini. Sehingga masih dapat bertukar senyuman lagi, yaa.[]

๐Ÿ˜Š๐Ÿ’›๐Ÿค—๐Ÿ’›๐Ÿ˜Š

Iklan

11 Comments

Ayo mengabadikan kisah persahabatan kita dalam tulisan ^_^

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s